Senin, 20 April 2015

[032] As Sajdah Ayat 006

««•»»
Surah As Sajdah 6

ذٰلِكَ عالِمُ الغَيبِ وَالشَّهادَةِ العَزيزُ الرَّحيمُ
««•»»
dzaalika 'aalimu alghaybi waalsysyahaadati al'aziizu alrrahiimu
««•»»
Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
««•»»
That is the Knower of the sensible and the Unseen, the All-mighty, the All-merciful,
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang menciptakan, mengatur dan mengurus langit dan bumi serta segala yang ada padanya itu, adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tersembunyi dalam hati, yang akan terjadi, yang telah terjadi, mengetahui segala yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha kekal rahmat-Nya dan Dia pulalah Yang menciptakan seluruh makhluk dengan bentuk yang baik, serasi serta dengan faedah dan kegunaan yang hanya Dia saja yang mengetahuinya.

Jika diperhatikan seluruh makhluk yang ada di alam ini sejak dari yang besar sampai kepada yang sekecil-kecilnya akan timbul dugaan bahwa di antara makhluk itu ada yang besar faedahnya dan ada pula yang dirasa tidak berfaedah dan tidak berguna sama sekali, bahkan dapat menimbulkan bahaya kepada manusia, seperti ular berbisa, hama-hama penyakit menular, tanaman yang mengandung racun dan sebagainya. Dugaan ini akan timbul jika masing-masing makhluk itu dilihat secara terpisah, tidak dalam satu kesatuan alam semesta ini.

Tetapi jika makhluk-makhluk itu dilihat dalam satu kesatuan alam semesta, yang antara satu dengan yang lain mempunyai hubungan erat, akan terlihat bahwa semua makhluk itu ada faedahnya dan kegunaannya dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam ini. Bahkan terlihat dengan nyata bahwa usaha-usaha sebagian manusia baik secara sengaja atau tidak yang merusak dan membunuh sebagian makhluk hidup, menimbulkan pencemaran alam ini, sehingga kelestariannya terganggu pula. Salah satu contoh ialah dengan adanya obat pembunuh hama, banyak cacing dan bakteri yang musnah. Akibatnya proses pembusukan sampah menjadi terganggu pula. Padahal bakteri dan cacing itu dianggap binatang yang tidak ada gunanya sama sekali. Penggundulan gunung dan penebangan hutan mengakibatkan tanah menjadi kurus, banyak terjadi banjir di musim hujan, dan tanah menjadi kering pada musim kemarau.

Berdasarkan hal yang di atas nyatalah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah, ada faedahnya, tetapi banyak manusia yang tidak mau memperhatikannya.

Kemudian ayat ini menerangkan bahwa Dia menciptakan manusia dari tanah. Maksudnya ialah Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian menciptakan anak cucu Adam dari saripati tanah yang diperoleh oleh ayah dan ibu dari makanan berupa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang semuanya berasal dari tanah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang demikian itu) yakni Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Mengatur itu (ialah Tuhan Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata) yaitu apa yang gaib di mata makhluk-Nya dan apa yang nyata bagi makhluk-Nya (Yang Maha Perkasa) Maha Kuat di dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Penyayang) kepada orang-orang yang taat kepada-Nya.
««•»»
That, Creator and Director, is the Knower of the Unseen and the visible, that is, what is hidden from creatures and what is present before them, the Mighty, the Invincible in His kingdom, the Merciful, to those who are obedient to Him,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of34
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=32&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#32:6

Selasa, 07 April 2015

[032] As Sajdah Ayat 005

««•»»
Surah As Sajdah 5

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ
««•»»
yudabbiru al-amra mina alssamaa-i ilaa al-ardhi tsumma ya'ruju ilayhi fii yawmin kaana miqdaaruhu alfa sanatin mimmaa ta'udduuna
««•»»
ia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu {1191}.
{1191} Maksud urusan itu naik kepadanya ialah beritanya yang dibawa oleh malaikat. ayat ini suatu tamsil bagi kebesaran Allah dan keagunganNya.
««•»»
He directs the command[1] from the heaven to the earth; then it ascends toward Him in a day[2] whose span is a thousand years by your reckoning.
[1] Cf. 10:3; 13:2.
[2] That is, in a period of time.
««•»»

Hanya Allah sendirilah yang mengurus, mengatur, mengadakan dan melenyapkan segala yang ada dalam dunia ini. Segala yang terjadi itu adalah sesuai dengan kehendak dan ketetapan-Nya, tidak ada sesuatupun yang menyimpang dari kehendak-Nya itu. Pengaturan itu dimulainya dari langit hingga sampai ke bumi, kemudian urusan itu naik kembali kepada-Nya.

Semua yang tersebut pada ayat ini merupakan gambaran dari kebesaran dan kekuasaan Allah, agar manusia mudah memahaminya.

Kemudian Dia menggambarkan pula waktu yang digunakan Allah SWT mengurus, mengatur dan menyelesaikan segala urusan alam semesta ini, yaitu selama sehari, tetapi ukuran sehari itu sama lamanya dengan 1000 tahun dari ukuran tahun yang dikenal manusia di dunia ini.

Perkataan seribu tahun dalam bahasa Arab tidak selamanya berarti 1000 dalam arti sebenarnya, tetapi kadang-kadang digunakan untuk menerangkan banyaknya sesuatu jumlah atau lamanya waktu yang diperlukan. Dalam ayat ini bilangan seribu itu digunakan untuk menyatakan lamanya waktu kehidupan alam semesta ini. Sejak Allah menciptakannya pertama kali sampai kehancurannya di hari kiamat, kemudian kembalinya segala urusan ke tangan Allah, yaitu hari berhisab menempuh waktu yang lama sekali, sukar manusia menghitungnya.

Dalam ayat yang lain digunakan perkataan ribuan itu untuk menerangkan lamanya waktu yang terpakai, seandainya manusia naik menghadap Allah, sekalipun para malaikat hanya sehari saja,

Allah SWT berfirman:
تعرج الملائكة والروح إليه في يوم كان مقداره خمسين ألف سنة
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.
(QS. Al Ma'arij [70]:4)

Ada pula yang berpendapat bahwa maksud ayat ini ialah segala urusan dunia ini kembali kepada Allah di hari kiamat dalam waktu satu hari, yang sama lamanya dengan 1.000 tahun waktu di dunia ini.

Sebagian mufassir yang lain menafsirkan ayat ini: "Para malaikat naik kepada Allah ke langit dalam satu hari. Jika jarak itu ditempuh selain oleh malaikat, maka ia memerlukan waktu 1.000 tahun.

Rasulullah saw. dalam malam mi'raj pernah naik ke langit bersama malaikat Jibril menghadap Allah. Jarak itu ditempuh dalam waktu kurang lebih setengah malam.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dia mengatur urusan dari langit ke bumi) selama dunia masih ada (kemudian naiklah) urusan dan pengaturan itu (kepada-Nya dalam suatu hari yang lamanya adalah seribu tahun menurut perhitungan kalian) di dunia. Dan di dalam surah Al-Ma`arij ayat 4 disebutkan bahwa kadar masa itu adalah lima puluh ribu tahun. Makna yang dimaksud ialah bahwa saat hari kiamat bagi orang-orang kafir terasa begitu lama sekali karena sangat ngerinya. Berbeda halnya dengan orang yang beriman, ia merasa seolah-olah hanya sebentar saja bahkan waktunya terasa lebih pendek daripada satu salat fardu yang dilakukannya di dunia. Demikianlah menurut keterangan yang dijelaskan di dalam hadis
.
««•»»
He directs the command from the heaven to the earth, for the duration of this world, then it ascends, then the command and the direction [thereof] returns, to Him in a day whose measure is a thousand years by your reckoning, in this world. In sūrat sa’ala, [An asker] asked [the measure is said to be]: ‘fifty thousand years’ [Q. 70:4] — and this [day] is the Day of Resurrection, [reckoned so] because of the severity of its terrors for the disbeliever. As for the believer, however, for him it will be easier than performing any one of [his] obligatory prayers in this world — as is stated in hadīth.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of34
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=32&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#32:5

[032] As Sajdah Ayat 004



««•»»
Surah As Sajdah 4

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ
««•»»
allaahu alladzii khalaqa alssamaawaati waal-ardha wamaa baynahumaa fii sittati ayyaamin tsumma istawaa 'alaa al'arsyi maa lakum min duunihi min waliyyin walaa syafii'in afalaa tatadzakkaruuna
««•»»
Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy {1189}. Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at {1190}. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?
{1189} Bersemayam di atas `Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.
{1190} Syafa`at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa`at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa`at bagi orang-orang kafir.
««•»»
It is Allah who created the heavens and the earth and whatever is between them in six days,[1] then He settled on the Throne. You do not have besides Him any guardian or intercessor. Will you not then take admonition?
[1] That is, in six periods of time. Cf.57:4.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang telah menurunkan Alquran kepada Muhammad saw itu adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya dalam enam masa. Yang dimaksud dengan enam masa dalam ayat ini bukanlah hari (masa) yang dikenal seperti sekarang ini, tetapi adalah hari sebelum adanya langit dan bumi. Hari pada waktu sekarang ini adalah setelah adanya langit dan bumi serta telah adanya peredaran bumi mengelilingi matahari dan sebagainya.

Setelah Allah menciptakan langit dan bumi, maka Dia pun bersemayam di atas Arasy, sesuai dengan kekuasaan dan kebesaran-Nya".

Allah SWT menegaskan bahwa tidak seorangpun yang dapat mengurus segala urusannya, menolak bahaya, malapetaka dan siksa. Dan tidak seorangpun yang dapat memberi syafaat ketika azab menimpanya, kecuali Allah semata, karena Dialah Yang Maha Kuasa menentukan segala sesuatu.

Kemudian Allah SWT memperingatkan: "Apakah kamu hai manusia tidak dapat mengambil pelajaran dan memikirkan apa yang selalu kamu lihat itu? Kenapa kamu masih juga menyembah selain Allah?

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Allahlah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam hari) dimulai dari hari Ahad dan selesai pada hari Jumat (kemudian Dia berkuasa di atas Arasy) kata Arasy menurut terminologi bahasa artinya singgasana seorang raja, maksudnya kekuasaan yang layak bagi kebesaran dan keagungan-Nya. (Tidak ada bagi kalian) hai orang-orang kafir Mekah (selain daripada-Nya) yakni selain-Nya (seorang penolong pun) lafal min waliyyin adalah isim daripada maa zaidah hanya ditambahi dengan huruf min pada permulaannya. Makna yang dimaksud ialah tiada seorang penolong pun (dan tidak pula seorang pemberi manfaat) yang dapat menolak azab Allah dari diri kalian. (Maka apakah kalian tidak memperhatikan) hal ini, yang oleh karenanya kalian mau beriman?
««•»»
God is He Who created the heavens and the earth and whatever is between them in six days, the first of which was Sunday and the last of which was Friday, then He presided upon the Throne (al-‘arsh in the [classical Arabic] idiom denotes the seat of a king), a presiding worthy of Him. You do not have, O disbelievers of Mecca, besides Him, in other words, other than Him, any protector (min waliyyin is the subject of the particle mā with the min added [extra]) in other words, [any] helper, or intercessor, to ward off His chastisement from you. Will you not then remember?, this and become believers.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of34
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=32&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#32:4

[032] As Sajdah Ayat 003

««•»»
Surah As Sajdah 3

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ
««•»»
am yaquuluuna iftaraahu bal huwa alhaqqu min rabbika litundzira qawman maa ataahum min nadziirin min qablika la'allahum yahtaduuna
««•»»
Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-adakannya." Sebenarnya Al-Quraan itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.
««•»»
Do they say, ‘He has fabricated it’? Rather it is the truth from your Lord, that you may warn a people to whom there did not come any warner before you, so that they may be guided [to the right path].
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa sikap orang-orang musyrik seperti yang diterangkan ayat di atas adalah sikap yang tidak layak. Tidak pantas mereka menuduh Muhammad telah melakukan kedustaan dengan mengatakan bahwa ia telah membuat-buat Alquran, pada hal mereka telah mengetahui benar keadaan Muhammad, sejak ia masih kecil sampai ia dewasa dan diangkat menjadi Rasul. Rahkan mereka memberi gelar dengan "Al-Amin" (orang kepercayaan) karena mereka sangat percaya kepada Muhammad. Tetapi tiba-tiba mereka menuduhnya sebagai pendusta.

Karena itu Allah SWT menegaskan bahwa segala yang disampaikan Muhammad itu adalah benar. Alquran benar-benar berasal dari Allah dan diturunkan kepadanya untuk memperingatkannya akan azab akhirat yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang mengingkari Rasul yang diutus kepada mereka. Alquran berisi pelajaran dan petunjuk yang menunjukkan jalan menuju kebahagiaan abadi.

Pada ayat yang lain dinyatakan pula sikap orang-orang musyrik itu terhadap Alquran.

Allah SWT berfirman:
وقال الذين كفروا إن هذا إلا إفك افتراه وأعانه عليه قوم آخرون
Dan orang-orang kafir berkata: "Alquran ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad, dan dia dibantu oleh kaum yang lain".
(QS. Al Furqan [25]:4)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tetapi mengapa) (mereka mengatakan, "Dia mengada-adakannya") yakni Muhammad? Tidak (sebenarnya Alquran itu adalah kebenaran yang datang dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan) dengan Alquran itu (kepada kaum yang belum) huruf maa bermakna nafi atau negatif (datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk) dengan peringatanmu itu.
««•»»
Or do they say, ‘He, Muhammad (s), has invented it’? Nay, but it is the truth from your Lord, that you may warn, thereby, a people to whom no warner came before you (mā is for negation) that perhaps they may find [right] guidance, by your warning.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of34
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=32&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#32:3

[032] As Sajdah Ayat 002

««•»»
Surah As Sajdah 2

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ
««•»»
tanziilu alkitaabi laa rayba fiihi min rabbi al'aalamiina
««•»»
Turunnya Al-Quraan yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.
««•»»
The [gradual] sending down of the Book, there is no doubt in it, is from the Lord of all the worlds.
««•»»

Ayat ini menerangkan bahwa Alquran yang diturunkan kepada Muhammad ini benar-benar wahyu dari Allah, Tuhan semesta alam. Alquran ini bukanlah buatan tukang sihir, bukan gubahan tukang tenung, dan bukan pula buatan Muhammad, tidak ada keraguan padanya sedikitpun.

Ayat ini merupakan bantahan bagi dakwaan orang-orang kafir yang menyatakan bahwa Alquran ini adalah syair yang dibuat oleh penyair, ada yang mengatakan gubahan tukang tenung, ada yang mengatakan bahwa Alquran itu hanyalah dongengan-dongengan purbakala saja, dan ada pula yang mengatakan bahwa dia adalah buatan Muhammad.

Allah SWT berfirman:
وقالوا أساطير الأولين اكتتبها فهي تملى عليه بكرة وأصيلا
Dan mereka berkata: "Dongengan-dongengan orang-orang dahulu dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang.
(QS. Al Furqaan [24]:5)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Turunnya Alkitab) yakni Alquran; Alkitab sebagai mubtada (yang tidak ada keraguan) tidak ada hal yang diragukan (padanya) fiihi sebagai khabar pertama (adalah dari Rabb semesta alam) rabbil`aalamiin sebagai khabar kedua.
««•»»
The revelation of the Book, the Qur’ān (tanzīlu’l-kitābi, the subject) whereof there is no doubt (lā rayba fīh, the first predicate) from the Lord of the Worlds (min rabbi’l-‘ālamīna, the second predicate).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of34
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=32&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#32:2

[032] As Sajdah Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah As Sajdah 1

الم
««•»»

alif-laam-miim
««•»»

Alif Laam Miim
««•»»

Alif, Lām, Mīm.
««•»»


[Lihat Tafsir Surah Al Baqarah Ayat 1]

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Alif lam mim) hanya Allah sajalah yang mengetahui arti dan maksud ayat ini.
««•»»
Alif lām mīm: God knows best what He means by these [letters].

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

klik FAWATIHUS SUWAR klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of30
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=32&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#32:1