««•»»
Surah As Sajdah 10
وَقَالُوا أَئِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَئِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ
««•»»
waqaaluu a-idzaa dhalaalnaa fii al-ardhi a-innaa lafii khalqin jadiidin bal hum biliqaa-i rabbihim kaafiruuna
««•»»
Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru 1192 ?" Bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya.{ 1192 Maksudnya dihidupkan kembali untuk menerima Balasan Tuhan pada hari kiamat.
««•»»
They say, ‘When we have been lost in the dust,1 shall we be indeed created anew?’ Rather they disbelieve in the encounter with their Lord.[1] That is, ‘Shall we be brought forth again after our bodies have decomposed and all traces of our physical remains have disappeared in the ground?’
««•»»
Ayat ini menerangkan tentang pertanyaan orang-orang musyrik kepada Rasulullah saw. Pertanyaan itu menunjukkan keingkaran dan kesombongan mereka, yaitu: "Apakah apabila daging dan tulang belulang kami telah hancur menjadi tanah, mungkinkah kami dihidupkan lagi seperti semula?".
Dari pertanyaan mereka tergambar bahwa menurut mereka mustahil orang itu dapat hidup kembali setelah mati dan setelah tubuhnya hancur menjadi tanah. Mereka tidak dapat menggambarkan dalam pikirannya bagaimana besarnya kekuasaan Allah. Jika mereka ingin mencapai kebenaran, mereka dapat mencari bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah pada kejadian makhluk ini. Mereka dahulu tidak ada, kemudian menjadi ada. Tentu menciptakan kembali yang pernah ada lebih mudah bagi Allah. Sebenarnya jika mereka mau berpikir tentu mereka sampai kepada kesimpulan bahwa segala sesuatu itu adalah sama mudahnya bagi Allah, tidak ada yang sukar bagi-Nya.
Orang-orang musyrik itu hanya mengingkari kekuasaan Allah SWT, tetapi juga mereka mengingkari adanya hari kebangkitan yaitu hari semua manusia dihadapkan di hadapan Allah untuk diadili.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan mereka berkata) orang-orang yang ingkar akan adanya hari berbangkit: ("Apakah bila kami telah lenyap di dalam tanah) yakni kami telah hancur di dalamnya, misalnya kami telah menjadi debu yang bercampur dengan tanah asli (kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?") kata tanya di sini mengandung makna ingkar; lafal ayat ini boleh dibaca tahqiq dan boleh pula dibaca tashil. Maka Allah swt. berfirman: (Bahkan mereka terhadap hari pertemuan dengan Rabbnya) yaitu hari berbangkit (adalah orang-orang yang ingkar.)
««•»»
And they, namely, the deniers of resurrection, say, ‘When we are lost beneath the earth, [when] we have gone thereunder, having become dust mixed with its dust, shall we be indeed created anew?’ (an interrogative of denial; [read a-innā] by pronouncing both hamzas, or by not pronouncing the second one and inserting an alif between them either way, in both places). God, exalted be He, says: Nay, but they disbelieve in the encounter with their Lord, through resurrection.
Surah As Sajdah 10
وَقَالُوا أَئِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَئِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ
««•»»
waqaaluu a-idzaa dhalaalnaa fii al-ardhi a-innaa lafii khalqin jadiidin bal hum biliqaa-i rabbihim kaafiruuna
««•»»
Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah, kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru 1192 ?" Bahkan mereka ingkar akan menemui Tuhannya.{ 1192 Maksudnya dihidupkan kembali untuk menerima Balasan Tuhan pada hari kiamat.
««•»»
They say, ‘When we have been lost in the dust,1 shall we be indeed created anew?’ Rather they disbelieve in the encounter with their Lord.[1] That is, ‘Shall we be brought forth again after our bodies have decomposed and all traces of our physical remains have disappeared in the ground?’
««•»»
Ayat ini menerangkan tentang pertanyaan orang-orang musyrik kepada Rasulullah saw. Pertanyaan itu menunjukkan keingkaran dan kesombongan mereka, yaitu: "Apakah apabila daging dan tulang belulang kami telah hancur menjadi tanah, mungkinkah kami dihidupkan lagi seperti semula?".
Dari pertanyaan mereka tergambar bahwa menurut mereka mustahil orang itu dapat hidup kembali setelah mati dan setelah tubuhnya hancur menjadi tanah. Mereka tidak dapat menggambarkan dalam pikirannya bagaimana besarnya kekuasaan Allah. Jika mereka ingin mencapai kebenaran, mereka dapat mencari bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah pada kejadian makhluk ini. Mereka dahulu tidak ada, kemudian menjadi ada. Tentu menciptakan kembali yang pernah ada lebih mudah bagi Allah. Sebenarnya jika mereka mau berpikir tentu mereka sampai kepada kesimpulan bahwa segala sesuatu itu adalah sama mudahnya bagi Allah, tidak ada yang sukar bagi-Nya.
Orang-orang musyrik itu hanya mengingkari kekuasaan Allah SWT, tetapi juga mereka mengingkari adanya hari kebangkitan yaitu hari semua manusia dihadapkan di hadapan Allah untuk diadili.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan mereka berkata) orang-orang yang ingkar akan adanya hari berbangkit: ("Apakah bila kami telah lenyap di dalam tanah) yakni kami telah hancur di dalamnya, misalnya kami telah menjadi debu yang bercampur dengan tanah asli (kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?") kata tanya di sini mengandung makna ingkar; lafal ayat ini boleh dibaca tahqiq dan boleh pula dibaca tashil. Maka Allah swt. berfirman: (Bahkan mereka terhadap hari pertemuan dengan Rabbnya) yaitu hari berbangkit (adalah orang-orang yang ingkar.)
««•»»
And they, namely, the deniers of resurrection, say, ‘When we are lost beneath the earth, [when] we have gone thereunder, having become dust mixed with its dust, shall we be indeed created anew?’ (an interrogative of denial; [read a-innā] by pronouncing both hamzas, or by not pronouncing the second one and inserting an alif between them either way, in both places). God, exalted be He, says: Nay, but they disbelieve in the encounter with their Lord, through resurrection.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 9]•[AYAT 11]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of34
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=32&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#32:10
•[AYAT 9]•[AYAT 11]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of34
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=32&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#32:10


Tidak ada komentar:
Posting Komentar