««•»»الَّذي أَحسَنَ كُلَّ شَيءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلقَ الإِنسانِ مِن طينٍ
««•»»
alladzii ahsana kulla syay-in khalaqahu wabada-a khalqa al-insaani min thiinin
««•»»
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
««•»»
who perfected everything that He created, and commenced man’s creation from clay.
««•»»
Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang menciptakan, mengatur dan mengurus langit dan bumi serta segala yang ada padanya itu, adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tersembunyi dalam hati, yang akan terjadi, yang telah terjadi, mengetahui segala yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha kekal rahmat-Nya dan Dia pulalah Yang menciptakan seluruh makhluk dengan bentuk yang baik, serasi serta dengan faedah dan kegunaan yang hanya Dia saja yang mengetahuinya.
Jika diperhatikan seluruh makhluk yang ada di alam ini sejak dari yang besar sampai kepada yang sekecil-kecilnya akan timbul dugaan bahwa di antara makhluk itu ada yang besar faedahnya dan ada pula yang dirasa tidak berfaedah dan tidak berguna sama sekali, bahkan dapat menimbulkan bahaya kepada manusia, seperti ular berbisa, hama-hama penyakit menular, tanaman yang mengandung racun dan sebagainya. Dugaan ini akan timbul jika masing-masing makhluk itu dilihat secara terpisah, tidak dalam satu kesatuan alam semesta ini.
Tetapi jika makhluk-makhluk itu dilihat dalam satu kesatuan alam semesta, yang antara satu dengan yang lain mempunyai hubungan erat, akan terlihat bahwa semua makhluk itu ada faedahnya dan kegunaannya dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam ini. Bahkan terlihat dengan nyata bahwa usaha-usaha sebagian manusia baik secara sengaja atau tidak yang merusak dan membunuh sebagian makhluk hidup, menimbulkan pencemaran alam ini, sehingga kelestariannya terganggu pula. Salah satu contoh ialah dengan adanya obat pembunuh hama, banyak cacing dan bakteri yang musnah. Akibatnya proses pembusukan sampah menjadi terganggu pula. Padahal bakteri dan cacing itu dianggap binatang yang tidak ada gunanya sama sekali. Penggundulan gunung dan penebangan hutan mengakibatkan tanah menjadi kurus, banyak terjadi banjir di musim hujan, dan tanah menjadi kering pada musim kemarau.
Berdasarkan hal yang di atas nyatalah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah, ada faedahnya, tetapi banyak manusia yang tidak mau memperhatikannya.
Kemudian ayat ini menerangkan bahwa Dia menciptakan manusia dari tanah. Maksudnya ialah Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian menciptakan anak cucu Adam dari saripati tanah yang diperoleh oleh ayah dan ibu dari makanan berupa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang semuanya berasal dari tanah.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya) kalau dibaca khalaqahu berarti fi`il madhi yang berkedudukan sebagai sifat. Apabila dibaca khalqahu berarti sebagai badal isytimal (dan yang memulai penciptaan manusia) yakni Nabi Adam (dari tanah).
Ayat ini menerangkan bahwa Tuhan yang menciptakan, mengatur dan mengurus langit dan bumi serta segala yang ada padanya itu, adalah Tuhan Yang Maha Mengetahui. Dia Maha Mengetahui segala yang gaib, yang tersembunyi dalam hati, yang akan terjadi, yang telah terjadi, mengetahui segala yang dapat dilihat dan yang tidak dapat dilihat oleh mata. Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha kekal rahmat-Nya dan Dia pulalah Yang menciptakan seluruh makhluk dengan bentuk yang baik, serasi serta dengan faedah dan kegunaan yang hanya Dia saja yang mengetahuinya.
Jika diperhatikan seluruh makhluk yang ada di alam ini sejak dari yang besar sampai kepada yang sekecil-kecilnya akan timbul dugaan bahwa di antara makhluk itu ada yang besar faedahnya dan ada pula yang dirasa tidak berfaedah dan tidak berguna sama sekali, bahkan dapat menimbulkan bahaya kepada manusia, seperti ular berbisa, hama-hama penyakit menular, tanaman yang mengandung racun dan sebagainya. Dugaan ini akan timbul jika masing-masing makhluk itu dilihat secara terpisah, tidak dalam satu kesatuan alam semesta ini.
Tetapi jika makhluk-makhluk itu dilihat dalam satu kesatuan alam semesta, yang antara satu dengan yang lain mempunyai hubungan erat, akan terlihat bahwa semua makhluk itu ada faedahnya dan kegunaannya dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam ini. Bahkan terlihat dengan nyata bahwa usaha-usaha sebagian manusia baik secara sengaja atau tidak yang merusak dan membunuh sebagian makhluk hidup, menimbulkan pencemaran alam ini, sehingga kelestariannya terganggu pula. Salah satu contoh ialah dengan adanya obat pembunuh hama, banyak cacing dan bakteri yang musnah. Akibatnya proses pembusukan sampah menjadi terganggu pula. Padahal bakteri dan cacing itu dianggap binatang yang tidak ada gunanya sama sekali. Penggundulan gunung dan penebangan hutan mengakibatkan tanah menjadi kurus, banyak terjadi banjir di musim hujan, dan tanah menjadi kering pada musim kemarau.
Berdasarkan hal yang di atas nyatalah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah, ada faedahnya, tetapi banyak manusia yang tidak mau memperhatikannya.
Kemudian ayat ini menerangkan bahwa Dia menciptakan manusia dari tanah. Maksudnya ialah Allah menciptakan Adam dari tanah kemudian menciptakan anak cucu Adam dari saripati tanah yang diperoleh oleh ayah dan ibu dari makanan berupa hewan dan tumbuh-tumbuhan yang semuanya berasal dari tanah.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya) kalau dibaca khalaqahu berarti fi`il madhi yang berkedudukan sebagai sifat. Apabila dibaca khalqahu berarti sebagai badal isytimal (dan yang memulai penciptaan manusia) yakni Nabi Adam (dari tanah).
««•»»
Who perfected everything that He created (read khalaqahu, as a past tense functioning as an adjectival qualification [of what He perfected]; or khalqahu, ‘its creation’, as an inclusive substitution [for kulla shay’in, ‘everything’]). And He began the creation of man, Adam, from clay,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 6]•[AYAT 8]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of34
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=32&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#32:7
Who perfected everything that He created (read khalaqahu, as a past tense functioning as an adjectival qualification [of what He perfected]; or khalqahu, ‘its creation’, as an inclusive substitution [for kulla shay’in, ‘everything’]). And He began the creation of man, Adam, from clay,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 6]•[AYAT 8]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of34
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=32&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#32:7

Tidak ada komentar:
Posting Komentar